Status Perkawinan

  • Dibaca: 222 Pengunjung

Dalam masyarakat Bali, perkawinan dikenal dengan istilah pawiwahan. Istilah ini umumnya sudah menjadi istilah teknis yang dipergunakan dalam peraturan-peraturan adat yang disebut dengan awig-awig, terutama awig-awig desa pakraman (dulu disebut: desa adat). Di samping itu, di dalam masyarakat ditemukan pula istilah-istilah yang mempunyai makna sama dengan perkawinan, seperti alakirabi, pewarangan, dan seterusnya. Perkataan "kawin" sendiri dalam bahasa sehari-hari lebih umum disebut nganten, mesomahan, atau mekurenan sebagai istilah-istilah yang umum digunakan dikalangan jaba, sementara dikalangan triwangsa istilah yang lazim dipergunakan adalah merabian, mekerab atau mekerab kambe

Dalam masyarakat adat di Bali, perkawinan tidak hanya dipandang sebagai suatu perbuatan hukum yang bersifat duniawi (sekala) belaka, melainkan juga berkaitan dengan kehidupan dunia gaib (niskala) sehingga sangat disakralkan (suci). Konsep perkawinan sebagai perbuatan hukum yang bersifat sekala-niskala umumnya dirumuskan dengan jelas dalam awig-awig desa pakraman, khususnya dalam pasal (pawos) yang secara khusus membahas prihal perkawinan (indik pawiwahan).

STATUS PERKAWINAN MENURUT JUMLAH PENDUDUK Di DESA SELISIHAN DAPAT DILIHAT PADA TABEL BERIKUT :

  KATAGORI ARTI JUMALAH
  Belum Kawin Mereka yang dikatakan melajang  
  Kawin perubahan dari status perkawinan lain menjadi status kawin  
  Cerai Perubahan dari status kawin menjadi status cerai yang masing-masing bekas teman hidupnya belum meninggal  

 

  • Dibaca: 222 Pengunjung